MENCARI JALAN PULANG - tokobukuakhi.online

MENCARI JALAN PULANG

1 tahun yang lalu    
Manusia lahir di dunia ini tidaklah dibiarkan begitu saja oleh Penciptanya, Bahkan Allah memberikan rezeki dan berbagai kebutuhan hidupnya, Demikian juga Dia memberikan petunjuk-petunjuk Nya sebagai bukti perhatian dan kasih sayang-Nya kepada para hamba-Nya. Di antara bentuk petunjuk Nya adalah dengan mengutus rasul dan menurunkan kitab suci Barangsiapa mengikuti petunjuk Allah, merekalah orang-orang yang berbahagia. Sebaliknya barangsiapa berpaling, maka mereka pasti celaka.

Maka sangat penting sekali kita memahami kemurahan Allah dengan hidayah Nya kepada para hamba-Nya,

MACAM MACAM HIDAYAH ALLAH

Hidayah secara bahasa artinya: petunjuk, penjelasan, bimbingan dan semacamnya, (Lihat: Maamul Wasth 2/978)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah menerangkan tentang macam-macam hidayah Allah azza wa jalla sebagai berikut: (Dinukil secara bebas dari Majmu' Fatawa, 18/171-175)
Dikatakan bahwa al-huda (hidayah) ada empat bagian:

PERTAMA : hidayah menuju kebaikan dunia. Ini diberikan kepada manusia dan hewan juga kepada orang Mukmin dan kafir. AllAh azza wa jalla berfirman:

(بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى * الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ * وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ)

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya), Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk.
[Surat Al-A'la 1 - 3]

Allah azza wa jalla juga berfirman

(قَالَ رَبُّنَا الَّذِي أَعْطَىٰ كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهُ ثُمَّ هَدَىٰ)

Dia (Musa) menjawab, “Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk.”

[Surat Tha-Ha 50]


KEDUA : Hidayah dengan makna mengajak dan menyuruh manusia untuk melakukan perkara yang bermanfaat

Yaitu menegakkan bukti-bukti kebenaran, mengutus para Rasul, dan menurunkan kitab kitab suci. Ini diberikan kepada seluruh mukallaf (orang-orang yang diwajibkan beribadah, yaitu orang yang berakal dan telah dewasa), baik orang-orang mukmin atau kafir.

Allâh azza wa jalla berfirman:

(وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَىٰ عَلَى الْهُدَىٰ فَأَخَذَتْهُمْ صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ)

Dan adapun kaum Tsamud, mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai kebutaan (kesesatan) daripada petunjuk itu, maka mereka disambar petir sebagai azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.

[Surat Fushilat 17]

Allah juga berfirman :

(وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۗ إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرٌ ۖ وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ)

Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi setiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.

[Surat Ar-Ra'd 7]

Allah juga berfirman :

وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus,

[Surat Asy-Syura 52]

KETIGA : menjadikan hidayah didalam hati.

Sebagain orang menyebut dengan ilhaam atau irsyaad atau taufiq

Allah azza wa jalla berfirman :

(إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ)

Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

[Surat Al-Qashash 56]


Hidayah inilah yang banyak disebutkan di dalam al quran. Seprti firman allah

(اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ)

Tunjukilah kami jalan yang lurus.
[Surat Al-Fatihah 6]

Juga firman-nya :

(فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ)

Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dike
 
hendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
[Surat Al-An'am 125]

(مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا)

Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang penolong yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

[Surat Al-Kahfi 17]

Jenis hidayah ini diingkari oleh golongan qodariyah. Mereka menyangka bahwa manusialah yang memberikn petunjuk kepada dirinya sendri.

KEEMPAT : Hidayah diakherat

Yaitu petunjuk bagi orang orang yg beriman menuju surga.
Allah subahanahu wa ta'alla berfirman :

(إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُمْ بِإِيمَانِهِمْ ۖ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, niscaya diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya. Mereka di dalam surga yang penuh kenikmatan, mengalir di bawahnya sungai-sungai.

[Surat Yunus 9]

Petunjuk menuju surga diakhert ini sebagi balasan bagi orang-orang beriman yg mengikuti petunjuk allah di dunia.

Sebagaimana kesesatan di akherat dengan sebab kesesatan di dunia. Oleh karena itu orang-orang kafir akan digiring dan ditunjukan jalan ke neraka.

Allah subahanahu wa ta'alla berfirman :

(احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ * مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْجَحِيمِ)

(Diperintahkan kepada malaikat), “Kumpulkanlah orang-orang yang zhalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah, selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.

[Surat Ash-Shaffat 22 - 23]
 
HIDAYAH TAUFIQ ADALAH NIKMAT YANG SANGAT BESAR
 
Hidayah yang paling banyak di sebutkan di dalam al qur'an adalah hidayah taufiq atau ilham atau irsyad. Yaitu menjadikan hidayah di dalam hati. Dan ini hanya di tangan Allah semata. Allah subahanahu wa ta'alla berfirman memberikan hidayah kepada siyapa yang dia kehendaki dengan karunianya, dan Allah menyesatkan kepada siyapa yang dia kehendaki dengan keadilan-Nya. Allah subahanahu wa ta'alla berfirman : 

وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۗ قُلْ إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ

Orang-orang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya",

[Surat Ar-Ra'd : 27]

Allah juga berfirman :

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَلَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

[Surat An Nahl : 93]

Oleh karena it, ketika seseorang diberi hidayah taufiq oleh Allah, sehingga dia menjadi orang isalm, dia menjadi orang beriman, maka sesungguhnya dia telah diberi nikmat dna karunia yang besar dari Allah subahanahu wa ta'alla.

Allah subahanahu wa ta'alla  berfirman : 

يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا ۖ قُلْ لَا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُمْ ۖ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar"

[Surat Al Hujurat : 17]

Bukankan dengan hidayah Allah subahanahu wa ta'alla , seseorang bisa selamat dari langkah-langkah setan dan tipu dayanya ?

bukankah dengan hidayah Allah subahanahu wa ta'alla , seseorang bisa beriman dan beramal shaleh yang mensucikan dirinya? tanpa rahmat dan hidayahnya, tidak ada orang yang mampu mensucikan dirinya !

Allah subahanahu wa ta'alla  berfirman :

 وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَىٰ مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

[Surat An Nur : 21]

Bukankah dengan hidayah iman seseorang bisa masuk surga ? sebagaimana pengakuan penduduk surga setelah mereka masuk ke dalam surga ? Allah subahanahu wa ta'alla berfirman :

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ ۖ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran". Dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan".

[Surat Al Araf : 43]

Oleh karena itu, bagi orang yang sudah mendapatkan hidayahnya dengan iman, dengan islam, dengan sunnah, hendaknya mensyukuri segala nikmat-Nya dan menjaga sebaik-baiknya, sehingga akan mendapatkan kebiakan di dunia dan akhiratnya.

KEPADA SIYAPA HIDAYAH DIBERIKAN ?

Allah subahanahu wa ta'alla memberikan hidayah menuju jalan yang lurus kepada siyapa yang dia kehendaki degan karuninya, dan Allah menyesatkan kepada siyapa yang dia kehendaki dengan keadilan-Nya. Dan Allah subahanahu wa ta'alla memberikan hidayah kepada orang yang pantas menerimanya :

وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

[Suarat Al Baqarah : 213]

Syiakh muhammad bin shlaih al utsaimin rahimahullah berkata, " Firman Allah dan Allah selalu memberi hidayah, petuinjuk', hidayah disini dengan arti keterangan dan taufiq, sehingga mencakup dua jneis (hidayah). Firman Allah orang yang dikehendaki-Nya, yaitu orang yang berhak mendapatkan hidayah. Karena segala sesuatu yang dikaitkan dengan kehendak Allah, maka itu mengikuti hikmah-Nya jika dia berhak mendapatkan hidayah. Sebagaimana Allah menjadikan risalah pada orang yang berhak maka dia juga menjadikan hidayah pada orang yang berhak mendapatkannya tafsir al 'utsaimin,

(QS. Al Baqarah ayat : 213)

tentang orang yang berhak mendapatkan hidayah, maka Allah subahanahu wa ta'alla telah menyebutkan di dalam beberpa ayatnya. Allah subahanahu wa ta'alla berfirman : 
 
اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ

Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

[Surat AsySyura : 13]

 
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa'di rahimahullah, yaitu Allah  subahanahu wa ta'alla memilih makhluknya (yaitu manusia) orang yang dia mengetahui bahwa dia pantas dipilih untuk risalah-Nya (menjadi Rasul-Nya) dan walayah-nya (menjadi wali-Nya) an darinya Allah subahanahu wa ta'alla memilih umat Islam ini dan memberikan keutamaan kepadanya melebihi seluruh umat yang lain, dan Allan subahanahu wa ta'alla memilih agama terbaik untuk umat ini . Firman Allan subahanahu wa ta'alla
 
''dan dia member! petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kemball (kepadaNya)’,
 
ini adalah sebab dari hamba yang menjadi perantara meraih hidayah Allah subahanahu wa ta'alla, yaitu Inabah (selalu bertaubat) kepada Rabbnya, mendekatnya dorongan-dorongan hati kepada-Nya, dan keadaan hamba yang meniatkan wajah Allah“ (yaknl ikhlas)‘ Maka kebaikan niat hamba bersamaan dengan kesungguhannya mencari hidayah.
 
SEBAB-SEBAB TERHALANG DARI HIDAYAH

Ketika Alláh menyesatkan orang yang Dia kehendaki, maka sesungguhnya itu sebagai
balasan yang setimpal dari sifat-sifatnya. Sehingga sebab-sebab terhalang dari hidayah adalah dari Sisi orang itu sendiri. Karena Alläh Maha hikmah di dalam semua ketetapan-Nya. Adapun di antara
ebab-sebab terhalang dari hidayah antara lain:
 
1 kefasikan
 
Allah  subahanahu wa ta'alla berfirman : 
 
نَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ
 
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,
 
[Surat Al Baqarah 26]
 
Firman Allâh  subahanahu wa ta'alla

Dan tidak ada yang disesatkan Alläh kecuali orang-orang yang fasik, menjelaskan hikmah Allâh di dalam menyesatkan sebagian manusia, bahwa itu disebabkan kefasikan mereka. Kefasikan artinya keluar dari ketaatan, dan kefasikan ada yang sampai derajat kekafiran, namun ada yang tidak sampai ke derajat kekafiran. Contoh nyata hal ini adalah ketika Allåh  subahanahu wa ta'alla
menyesatkan Iblis, maka hal itu karena kefasikannya. Allâh  subahanahu wa ta'alla berfirman:
 
إِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ
 
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Rabbnya.
 
[Surat alKahfi 50]

Adapun kefasikan Iblis adalah kesombongannya, hasadnya, dan kezhalimannya, sehingga dia
durhaka kepada Penciptanya dan bersumpah akan menyesatkan keturunan Adam 'alayhi sallam

Demikian juga kefasikan Bani Israil, umat Nabi
Musa 'alayhi sallam mereka menyakiti beliau 'alayhi sallam padahal mereka tahu bahwa beliau adalah utusan
Allâh kepada mereka. Benar-benar kefasikan yang
menghalangi hidayah.
 
Allah subahanahu wa ta'alla berfirman : 
 
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ لِمَ تُؤْذُونَنِي وَقَدْ تَعْلَمُونَ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ ۖ فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
 
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?" Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.
 
[Surat Ash Shaff : 5]
 
2.Kezhaliman

Kezhaliman ada beberapa macam bentuknya. Yang terbesar adalah syirik. Maka orang-orang
yang menyekutukan Allâh pantas untuk tidak mendapatkan hidayah-Nya.

Allah subahanahu wa ta'alla berfirman tentang orang-orang Nashara, yang berbuat zhalim dengan membuat
tandingan bagi Allah, dengan menganggap Allâh memiliki anak, bahwa Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim:
 
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَىٰ إِلَى الْإِسْلَامِ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
 
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.
 
[Surat Ash Shaff : 7]
 
Imam lbnu Katsir rahimahullah berkata, "Yaitu tidak ada yang lebih zhalim daripada orang
yang mengada-adakan dusta terhadap Allah, membuat tandingan-tandingan dan sekutu-
diajak kepada tauhid dan ikhlas, oleh karena itu Alláh berfirman: 'Dan Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang zhalim'. (Tafsir Ibnu Katsir, QS. Ash Shaff : 7)

Demikian juga manusia yang mengaku sebagai
Tuhan, bahkan membantah ketika diingatkan,
berfirman (yang artinya )

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Rabbnya (Alláh) karena
Allâh telahmemberikankepadaorangitupemerintahan (kekuasaan). Ketika tbrahim mengatakan: "Rabbku ialah Yang menghidupkan dan mematikan, orang itu berkata: Saya dapat menghidupkan dan mematikan."
lbrahim berkata: " Sesungguhnya Alldh menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari
barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
 
[Surat Al Baqarah : 258]
 
3. Kekafiran
 
Tidak beriman padahal sudah sampai dakwah kepadanya, disebabkan lebih mencintai kehidupan dunia dari pada akhirat, maka itu juga penghalang hidayah. 
 
Allah subahanahu wa ta'alla berfirman : 
 
مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
 
Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. ,yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
 
[Surat An Nahl : 106-107]
 
Demikian juga orang-orang kafir yang menghalalkan apa yang Allâh haramkan, dan mengharamkan apa yang Allâh halalkan dalam keadaan mereka tahu bahwa mereka menyelisihi kebenaran, maka sangat pantas mereka tidak mendapatkan hidayah. Allâh berfirman (yang
artinya):

Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram tu adalah menambah kekafiran. Disesatkan orang-
orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang Alldh mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka
memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir [ Surat At Taubah : 37]
 
DOA SARANA TERBESAR MERAIH HIDAYAH ALLAH
 
Dengan mengetahui besarnya nikmat hidayah taufiq, sehingga seorang hamba menjadi beriman,
memeluk agama Islam, meniti Sunnah Nabi , maka selayaknya seorang hamba berusaha sungguh-sungguh untuk selalu memohon hidayah dan menetapi jalan kebenaran sehingga istiqomah sampai akhir hayat dikandung badan.
 
Allah subahanahu wa ta'alla telah menjanjikan unutk mengabulkan doa orang yang berdoa kepadanya Allah subahanahu wa ta'alla berfirman :
 
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
 
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".
 
[Surat Al Mukmin : 60]
 
Demikian juga Allah subahanahu wa ta'alla telah memerintahkan hamba-hambanya agar memohon hidayah kepadanya, sehingga dia akan memberikan hidayah. Dalam hadits qudsi yang shahih, yang artinya 
 
"Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua tersesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mintalah
petunjuk kepada-Ku niscaya Aku akan berikan petunjuk kepada kalian".
(HR. Muslim, no. 2577; dari Abu Dzarr)

Allâh juga menuntunkan kepada hamba- Nya di setiap shalatnya, pada setiap raka'atnya untuk memohon hidayah kepada Aláh agar menuntunkan berjalan di atas jalan yang lurus.
Yaitu doa yang paling diucapkan oleh orang Islam:
 
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
 
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
 
[Surat Al Fatiha : 6]
 
Syiakhul isalm rahimahullah berkata, 'Oleh karena itu doa yang paling bermanfaat, paling agung, dan paling kokoh, adalah doa di dalam surat Al Fatiha : 
 
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
 
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. [ Surat Al fatiha 6-7]
 
Karena jika Allåh telah memberikan hidayah jalan yang lurus kepadanya, maka Allåh
pasti menolongnya untuk mentaati-Nya dan meninggalkan maksiat kepada-nya sehingga dia tidak akan tertimpa keburukan, baik di dunia maupun di akhirat. (Kitab AL-Hasanah was Sayyiah, hal: 83)

Wahai Allâh Yang Maha Memberi Petunjuk, dengan nama-nama-Mu yang husna dan dengan sifat-sifat yang sempurna, berilah petunjuk kepada kami di dunia dan di akhirat, sesungguhnya Engkau Maha Memberi Petunjuk.

Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi Muhammad s keluarganya, para Sahabatnya, dan para pengikut setianya sampai akhir zaman. Walhamdulilláhi Rabbil Alamin.[ ]
 
 
-------------------------------
 
Disusun oleh : Ustadz Abu Isma'il Muslim al Atsari Rahimahullah, dalam majalah As Sunnah #06thn.xxii

Anda juga dapat berlangganan DISINI


Artikel Terkait


  1 tahun yang lalu
  1 tahun yang lalu
  1 tahun yang lalu
  1 tahun yang lalu

Komentar Artikel "MENCARI JALAN PULANG"